Suasana Pemakaman 6 Sekeluarga Korban Laka Maut di Boyolali
Suasana Pemakaman 6 Sekeluarga Korban Laka Maut di Boyolali - Suasana haru dan isak tangis mengiringi pemakama 6 orang sekeluarga yang menjadi korban tewas tabrakan bus pariwisata dengan Isuzu Panther Boyolali, Sabtu kemarin. 6 korban merupakan sekeluarga penumpang Isuzu. Agen Bola Sbobet
"Enam korban dimakamkan disini, sedangkan satu korban (pengemudi Isuzu) dimakamkan di Kebakkramat, Karanganyar," kata Kepala Desa Urutsewu, Sri Haryanto, disela-sela prosesi pemakaman 6 korban di Dukuh Jetaksari, Urutsewu, mpel, Boyolali, Minggu (14/10/2018).Agen Casino 338a
Enam korban yang dimakamkan di Urutsewu tersebut yakni Yasinta Ayundari (25), Arini (51), Slameto (50), Ubigalih Sania Putri (20), Sikam (70) dan Atmorejo (75). Sedangkan yang dimakamkan di Kebakkramat, Karanganyar yaitu Dwi Bagus Windarto (26).
Dijelaskan dia, Atmorejo dan Sikam merupakan pasangan suami istri. Kemudian Slameto dan Arini juga pasangan suami istri anak dari Atmorejo-Sikam tersebut. Yasinta dengan Dwi Bagus Windarto juga pasangan suami istri yang belum lama menikah.
"(Yasinta dengan Bagus) Baru menikah sekitar dua bulan lalu. Bagus menantunya Slameto," jelas Haryanto.Agen Judi Online Terpercaya
Sedangkan korban Ubigalih Sania Putri adalah cucu dari Atmorejo-Sikam. Nia adalah kakak kandung dari dua korban selamat, Trio Margo Sudarsono (17) dan Trio Cahyo Sudarsono (17). Si kembar Trio dan Nia merupakan putra dari Sarwono, adik Slameto.
Upacara pemakaman dilaksanakan pukul 13.00 WIB, di rumah Sarwono yang berdampingan dengan rumah Atmorejo. Ratusan pelayat memadati rumah duka tersebut.
Menurut Haryato, saat peristiwa kecelakaan terjadi, para korban dalam perjalanan pulang setelah menghadiri hajatan di Wonogiri. "Mereka dalam perjalanan pulang dari jagong (kondangan) di Wonogiri, sampai di Boyolali malah terjadi kecelakaan," imbuh dia.
Seperti diberitakan, kecelakaan itu terjadi jalan raya Solo - Semarang, tepatnya di pertigaan Wika, Dukuh Pomah, Mojosongo, Boyolali, Sabtu (13/10) sore. Antara bus Pariwisata Mata Trans, AD 1417 DH dengan mobil Isuzu Panther AD 8447 KS.


Tidak ada komentar