Diduga Pelesetkan Pancasila, Akun Medsos Ini Dipolisikan

https://fokusberita188.blogspot.com/2018/06/diduga-pelesetkan-pancasila-akun-medsos.html

Diduga Pelesetkan Pancasila, Akun Medsos Ini Dipolisikan - Sukabumi. Akun media sosial (medsos) bernama Rieez Kausa dipolisikan. Pemilik akun tersebut diduga memelesetkan Pancasila. Polisi turun tangan menyelidiki.

Ormas Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Sukabumi melaporkan akun Rieez Kausa ke Polres Sukabumi Kota. Mereka menuding Rieez Kausa menghina Pancasila dan menyampaikan ujaran kebencian kepada PP.AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA

http://www.wismatoto.com/register/referral/wt006

"Kami dari PP Kabupaten Sukabumi mengadakan acara bakti sosial, lalu aksi itu kami posting di media sosial Facebook. Saat itu ada yang memberikan komentar yang kami anggap menghina dan bernada kebencian, juga melecehkan Pancasila," tutur Sekretaris MPC PP Kabupaten Sukabumi Nano Wigi K di Mapolres Sukabumi Kota, Jawa Barat, Selasa (5/6/2018).

Tulisan akun tersebut dianggap memelesetkan Pancasila menjadi Panca Emok. Emok dalam bahasa Sunda artinya cara duduk wanita di lantai yakni kaki kedua duanya dilipat sampai mengenai paha. Selain itu, Rieez Kausa menuduh dana bakti sosial dilakukan ormas PP hasil meminta dan bukan swadaya.

"Dia mengaku dari salah satu ormas lain dan seolah menantang kami. Kami juga tidak terima dia menghina kata Pancasila menjadi Panca Emok," ujar Nano.BANDAR TOGEL TERBESAR | SITUS TOGEL TERBAIK

Komentar dinilai bernada pelecehan dan penghinaan itu dilakoni akun Rieez pada 1 Juni 2018. Menurut Nano, komentar itu menyulut emosi para kader PP di Kabupaten Sukabumi.

"Hari ini saja dari beberapa kecamatan mengantar kami ke Polres Sukabumi Kota, tadinya mereka sudah berencana untuk mendatangi langsung ke kantor ormas yang dia sebut. Namun menghindari hal yang tidak diinginkan, kami lebih memilih untuk melapor langsung ke polisi," tutur Nano.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo mengatakan langkah Ormas PP membuat laporan sudah tepat. Kasus ini tengah penyelidikan oleh pihaknya.

"Saat ini akun tersebut memang sudah dihapus. Besar kemungkinan akunnya fiktif. Kami menghimbau mengimbau kepada siapa pun untuk tidak mudah terprovokasi terhadap berita atau informasi yang ada di media sosial" singkatnya. 

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh jangeltun. Diberdayakan oleh Blogger.