23 Orang Tewas, Penjual Miras di Cicalengka Belum Tersangka

https://fokusberita188.blogspot.com/2018/04/23-orang-tewas-penjual-miras-di.html


Bandung - Polisi sudah memeriksa S, penjual minuman keras (miras) oplosan, yang menewaskan puluhan warga. Namun, polisi belum tetapkan S sebagai tersangka. Tercatat hingga siang tadi ada 23 orang tewas akibat menenggak miras yang dibeli dari kios S di kawasan Cicalengka, Kabupaten Bandung.

"Penjualnya sudah dapat. Kita sedang gelar perkara. Dalam satu kali 24 jam akan diterbitkan statusnya," ujar Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin (9/4/2018).

S menjual miras jenis ginseng yang dikemas ke dalam botol air mineral bekas. Miras berair kuning itu kemudian dibeli warga di kiosnya, Kamis (5/4) lalu.AGEN CASINO TERBAIK 



Dua hari berselang atau pada Sabtu (7/4), reaksi miras oplosan mulai terasa. Beberapa orang datang ke RSUD Cicalengka. Satu persatu nyawa korban tak tertolong. 

Agung menambahkan saat ini masih ada beberapa orang yang tengah di rawat di Cicalengka. Namun dirinya belum bisa menyebutkan data jumlah lengkap korban dirawat.AGEN CASINO TERBAIK

"Tim Polda dari Dokkes sedang bekerja saat ini. Sedang di sana (Cicalengka)," ujarnya.

Sementara di Bandung, tercatat tiga pria tewas. Ketiganya tewas pada Minggu (8/4) setelah pesta miras dua hari sebelumnya atau pada Jumat (6/4). Mereka meracik miras dengan obat batuk dan kemudian berpesta di sebuah tempat di Jalan Rancabolang, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung. 


Polisi menetapkan AR (25) penjual miras di Kota Bandung ini sebagai tersangka. AR dijadikan tersangka lantaran jual-beli miras hingga mengakibatkan orang tewas.

"Sudah (tersangka), sekarang proses penyidikan dan penyelidikan dilakukan," ucap Agung.

AR menjual miras jenis ginseng yang dikemas ke dalam botol air mineral tersebut. Ia menjual di kiosnya di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jawa Barat. Dia menawarkan satu botol miras seharga Rp 20 ribu.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh jangeltun. Diberdayakan oleh Blogger.