Jokowi Bangun 146 Km Jalan Baru di Perbatasan Kalimantan 2017


https://fokusberita188.blogspot.com/2018/01/jokowi-bangun-146-km-jalan-baru-di.html

Jakarta - Pembangunan jalan paralel perbatasan Kalimantan yang menghubungkan jaringan jalan desa-desa di perbatasan dan jalan yang ada terus digenjot. Sepanjang 146,8 km jalan perbatasan di Kalimantan telah terbangun selama tahun 2017 lalu. 

Seperti dikutip dari data Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR di Jakarta, Sabtu (6/1/2018), dari total 1.920 km panjang jalan perbatasan Kalimantan, hingga akhir 2017 lalu sudah 1.360,6 km jalan yang berhasil ditembus dengan realisasi pembangunan jalan baru sepanjang 146,8 km. Dengan demikian, sisa jalan perbatasan Kalimantan yang belum tembus terhitung sampai akhir 2017 adalah 336,6 km.


Realisasi pembangunan jalan perbatasan Kalimantan yang baru di 2017, terdiri dari pembangunan 81,2 km jalan di Provinsi Kalimantan Barat, 40 km di Provinsi Kalimantan Timur dan 30,4 km di Provinsi Kalimantan Utara.

Jika dibandingkan dengan capaian pembangunan jalan baru perbatasan di tahun 2015 dan 2016, realisasi pembangunan jalan baru terhitung terus meningkat. Di 2015, jalan baru yang dibangun tercatat sepanjang 96,8 km, kemudian di 2016 juga mencapai angka yang sama dan di 2017 meningkat menjadi 146,8 km.AGEN CASINO TERBAIK 

https://fokusberita188.blogspot.com/2017/12/komisi-pemberantasan-korupsi-kpk.html


Hal ini membuat panjang jalan perbatasan di Kalimantan yang belum tembus terus turun setiap tahunnya, yakni 483,9 km jalan yang belum tembus di 2015, turun ke angka 385,3 km di 2016 dan sampai akhir 2017 tersisa 336,6 km lagi.

Sebelumnya, saat meresmikan pos lintas batas negara (PLBN) Badau di Kalimantan Barat, Presiden Joko Widodo membuktikan hasil pembangunan jalan perbatasan ini dengan perjalanan darat dari Kecamatan Putusibau ke Kecamatan Badau. Perjalanan ditempuh dalam waktu kurang lebih tiga jam.  AGEN BOLA TERPERCAYA

Kondisi jalan sebagian besar mulus beraspal, namun menjelang Badau dapat ditemui pekerjaan jalan berupa penimbunan, perataan, perkerasan tanah dan perkerasan agregat yang tengah dikerjakan menggunakan alat berat. Jalan yang dibangun lebih lebar dibandingkan jalan lama dengan perkerasan bahu jalan dan marka. 

Adapun pembangunan jalan paralel perbatasan dilakukan Kementerian PUPR bersama Zeni TNI AD. Selain dikerjakan bersama Zeni TNI, beberapa ruas jalan di Kalbar juga dikerjakan oleh kontraktor BUMN seperti ruas Aruk-Sajingan 6,9 Km oleh PT Wijaya Karya dan Jalan Akses ke PLBN Badau sepanjang 27 Km yang dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya. 

Dalam pembangunannya, Kementerian PUPR juga melakukan koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH) terkait perizinan penggunaan lahan kehutanan.

#Sumber

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh jangeltun. Diberdayakan oleh Blogger.