Warga Jakarta Masih Menanti Solusi Anies Sandi Untuk Atasi Banjir Di Jakarta
Jakarta - Sejumlah titik di wilayah Ibu Kota sore kemarin kembali terendam banjir akibat curah hujan. Mampukah gubernur-wagub DKI yang baru dilantik, Anies Baswedan-Sandiaga Uno menyelesaikan masalah banjir yang masih tersisa di ibu kota?
Kelurahan Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan menjadi salah satu wilayah yang terkena banjir pada Kamis (19/10) sore kemarin. Penyebabnya adalah tanggul karung yang berada di wilayah tersebut jebol."Tangggulnya semi permanen, jadi nggak kuat, terbuat dari karung-karung. Jadi jebol," kata Lurah Jatipadang.
Akibatnya puluhan warga terpaksa harus mengungsi ke Masjid Al-Ridwan. Warga dievakuasi menggunakan tali agar tak terbawa arus air.
Rumah warga yang berada di lokasi lebih rendah sempat dievakuasi dengan tali yang dipasang ke area rumah-rumah yang terkena banjir. Warga yang mengungsi terdiri atas anak-anak, ibu hamil, nenek-nenek, ibu-ibu, bapak-bapak, dan lainnya. Ketinggian air saat ini sekitar mencapai 1 meter.
Kali Sunter, Jakarta Timur juga meluap karena hujan lebat yang mengguyur Jakarta sejak sore kemarin. Karena luapan itu, dua kelurahan di Cipinang banjir.
"Genangan 20 sampai dengan 45 cm di RW 03 dan RW 04, Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, akibat luapan Kali Sunter." tulis akun @BPBDJakarta, Kamis (19/10/2017). Cipinang Melayu menjadi wilayah yang hingga saat ini masih langganan banjir.
Banjir juga terjadi di Jalan Kemang Utara IX, Jakarta Selata. Pantauan detikcom di Jalan Kemang Utara IX, RT 03/04 Kelurahan Nangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (20/10/2017) sekitar pukul 00.30 WIB, air setinggi 1 meter merendam jalan dan perumahan warga.
"Ini belum surut. Masih sama kayak tadi sore, sekitar 1 meter paling dalam," kata Ketua RT 03 Shopy saat ditemui di lokasi.AGEN CASINO TERBAIK
Banjir di sejumlah titik Ibu Kota tersebut menanti gebrakan segera dari Anies-Sandi. Jika kembali melihat janji kampanye yang didengungkan saat kampaye, keduanya ingin membuat sumur resapan di perumahan warga. Hal tersebut merupakan salah satu solusi banjir dari Anies-Sandi.
"Ya jadi, secara umum pengelolaan air di Jakarta ini kita harus memperbanyak vertical drainase," ujar Anies saat kampanye di Pesing Garden, Kelurahan Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa 24 Januari lalu.
Sumur resapan dibuat untuk memasukkan air hujan ke dalam tanah. Menurut Anies, saat ini masih sedikit ada usaha untuk membuat sumur resapan. "Di mana air hujan itu semaksimal mungkin dimasukkan ke dalam tanah. Dan ini membutuhkan kerja yang besar, karena saat ini masih minim sekali usaha untuk memasukkan air ke dalam tanah," jelasnya.
Anies menilai penanganan banjir saat ini dilakukan dengan mengalirkan air hujan ke laut. Sementara itu dirinya menilai yang dibutuhkan saat ini adalah memasukkan air ke dalam tanah.
"Yang dilakukan saat ini itu adalah semaksimal mungkin mengalirkan air ke tempat lain. Itu ke mana, ke laut, lalu dibuatlah saluran-saluran untuk mempercepat agar air sampai ke laut secepat mungkin," ucap Anies.
"Sebenarnya yang dibutuhkan justru air masuk ke dalam tanah. Karena itu yang akan kita lakukan memperbanyak sumur-sumur resapan. Dan sumur-sumur resapan ini adalah sumur resapan yang besar yang serius," tambahnya.AGEN BOLA TERPERCAYA
Sumur resapan ini akan disiapkan juga di samping kanal, sungai, dan saluran. Hal ini agar air hujan yang turun ke tanah dapat semaksimal mungkin masuk ke dalam tanah.
"Sehingga di samping-samping kanal, di samping sungai, di samping saluran, itu disiapkan lubang-lubang sumur resapan. Termaksud di kampung-kampung, jadi air hujan yang jatuh di rumah kita, itu semaksimal mungkin dimasukkan ke tanah," terang Anies.
Adanya sumur resapan ini dikatakan Anies dapat membuat air hujan tidak seluruhnya dilimpahkan ke tempat yang rendah. Jika volumue air sangat banyak dilimpahkan ke tempat yang rendah akan menyebabkan banjir.
"Dengan begitu maka kita tidak saling melimpahkan air hujan, hari ini air hujan itu saling melimpahkan, dilimpahkan dari temat yang tinggi ke tempat yang rendah. Karena volumenya banyak, tidak mampu menampung, jadilah banjir," tutur dia.
Dengan demikian penanganan yang akan dilakukan Anies-Sandi adalah membuat sumur resapan secara masif di perkampungan dan perumahan warga.
"Nah kalau untuk kita menangani ini (banjir) secara umum akan seperti itu. Dan itu akan kita lakukan secara masif di kampung-kampung, di rumah-rumah," sebut Anies.
Gebrakan apa yang akan dilakukan Anies dan Sandi dalam waktu dekat untuk menyelesaikan PR banjir di Jakarta?


Tidak ada komentar