Agen Bongkar 'Kedok' First Travel, Ini Pengakuannya yang Bikin Kaget
Jakarta - Bagai jatuh tertimpa tangga. Sejumlah agen First Travel mengalami kerugian miliaran rupiah karena gagal memberangkatkan ratusan calon jemaah umrah. Mereka juga dihujani caci maki korban penipuan First Travel.
Kisah itu salah satunya dialami agen First Travel asal Depok, Hartati, menangis ketika mengadukan unek-uneknya ke Komisi VIII DPR. Setelah First Travel ditutup, dia mengaku mendapat caci maki dari jemaah yang dikoordinasinya. "Ada 547 jemaah yang saya pegang, 45 orang berangkat Desember tahun lalu, terus menyusul 179 lagi, kekurangannya 323 jemaah yang belum berangkat. Problemnya yang belum berangkat ini semua menghujat saya mati-matian, saya dicaci maki," tutur Hartati.AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA
Tidak hanya Hartati, peberapa agen atau koordinator di sejumlah daerah kebingungan memberikan penjelasan soal waktu pemberangkatan jemaah.
"Total jemaah saya sebanyak 178 yang sudah ditransfer mencapai Rp 124 juta. Ditambah mereka yang bayar Rp 3.030.000 itu semua belum diberangkatkan. Bagaimana ini saya menjelaskan ke mereka," ungkap Iskandar.
Bos First Travel Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan kerap bermulut manis saat ditagih untuk memberangkatkan jemaah umrah oleh para agen mereka.AGEN JUDI ONLINE TERBASAR INDONESIA
Janji tinggal janji. Andika dan Anniesa tidak dapat merealisasikan ucapannya hingga akhirnya ditangkap polisi pada 8 Agustus 2017. Kini, polisi menetapkan bos First Travel, Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Devitasari Hasibuan, sebagai tersangka. Belakangan, adik bos First Travel, Kiki Hasibuan, juga dijadikan tersangka. Aset-aset mereka telah disita polisi. Selain itu, polisi juga meminta bantuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk melacak aliran dana pada 30 tabungan. Hingga Jumat 25 Agustus 2017, pihak Bareskrim Polri sudah mengembalikan 384 paspor korban dugaan penipuan perjalanan umrah First Travel.


Tidak ada komentar