Dibanggakan Fadli Zon, Seperti Apa Sosok Putin Sebenarnya?
Moskow - Nama Presiden Rusia Vladimir Putin disebut-sebut saat Waketum Gerindra Fadli Zon bicara soal sosok pemimpin Indonesia yang dibutuhkan saat ini. Sebenarnya seperti apa sosok Putin yang sudah 18 tahun ini memimpin Rusia?
Putin yang dijuluki sebagai 'man of action' ini lahir pada 7 Oktober 1952 di Leningrad, yang kini bernama St Petersburg. Dia belajar jurusan hukum dan bergabung KGB setelah lulus kuliah. Semasa menjadi agen KGB, Putin bertugas sebagai mata-mata di Jerman Timur. Tahun 1990, dia menjadi staf khusus Wali Kota St Petersburg, Anatoly Sobchak.
Putin yang kini berusia 65 tahun pertama menjabat Presiden Rusia tahun 2000-2004. Seperti dikutip dari BBC dan France24, Sabtu (31/3/2018), nama Putin mencuat setelah dia yang menjabat Direktur Dinas Keamanan Federal Rusia (penerus KGB) ditunjuk menjadi Wakil Perdana Menteri kemudian menjadi Perdana Menteri pada tahun 1999, oleh Presiden Rusia saat itu, Boris Yeltsin.
Rusia dalam krisis serius yang berdampak pada perekonomian pada musim gugur tahun 1999, setelah pengeboman apartemen di Moskow dan sejumlah kota-kota Rusia lainnya menewaskan lebih dari 290 orang. Yeltsin saat itu sedang tidak sehat dan tidak sadarkan diri. Orang-orang dekat Yeltsin mulai putus asa mencari penggantinya. Mereka mencari sosok yang bisa menyatukan Rusia.
Sosok Putin menjadi pilihan setelah beberapa pekan usai pengeboman di Moskow, Putin merilis ancaman publik yang membuat sosoknya tertanam dalam hati rakyat Rusia. Ancaman itu ditujukan untuk militan Chechnya yang dianggap bertanggung jawab atas pengeboman itu.
"Jika kita menangkap mereka di toilet, kita akan menghancurkan mereka," demikian bunyi ancaman keras Putin saat itu.AGEN CASINO TERBAIK
Bahasa kasar itu mengejutkan rakyat Rusia, namun diterima secara baik. Citranya sebagai pria tangguh mampu mencuri perhatian rakyat Rusia. Dengan restu Yeltsin, Putin mencalonkan diri dalam pilpres 2000. Dia melontarkan janji untuk menjadikan Rusia kembali hebat.
Tahun 2000, Putin menang pilpres dengan mudah. Bahkan dia menjabat periode kedua pada 2004-2008. Pada dua periode pertamanya, Putin melejit dengan adanya pemasukan besar dari sektor minyak dan gas, yang menjadi ekspor utama Rusia. Standar kehidupan sebagian besar rakyat Rusia meningkat. Kebanggaan nasional dan stabilitas dirasakan rakyat Rusia. Namun sebagai dampaknya, demokrasi Rusia mulai tergerus. AGEN CASINO TERBAIK
Pada pilpres tahun 2009, Putin dilarang oleh Konstitusi Rusia untuk menjabat Presiden pada periode ketiga. Dia lantas menjabat Perdana Menteri Rusia. Namun tahun 2012-2018, Putin kembali menjabat Presiden Rusia setelah menang pilpres. Dalam pilpres terbaru tahun ini, Putin menang telak 76 persen dan akan menjabat untuk periode keempat hingga tahun 2024 nanti.


Tidak ada komentar