Menteri Susi Bolehkan Cantrang, Nelayan Masih Galau


https://fokusberita188.blogspot.com/2018/01/menteri-susi-bolehkan-cantrang-nelayan.html

Jakarta - Pemerintah kembali mengizinkan para nelayan di pesisir Jawa untuk menggunakan alat tangkap ikan jenis cantrang di Pantai Utara Jawa. Namun senyum dari nelayan masih belum lebar. Masih ada keraguan di hati nelayan untuk kembali melaut.

Ketua Aliansi Nelayan Indonesia Cabang Lamongan Agus Mulyono mengatakan, pemerintah baru memberikan pernyataan lisan mengenai diperbolehkannya nelayan untuk melaut dengan alat tangkap cantrang.


"Bu Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan) kelihatannya masih setengah hati menurut saya," kata dia kepada di Jakarta, Kamis (18/1/2018).

Dengan kondisi ini, nelayan masih ragu untuk melaut. Pasalnya, nelayan memahami konsekuensi hukum jika tetap melaut menggunakan cantrang tanpa adanya jaminan tertulis.

Director The National Maritime Institute (NAMARIN) Siswanto Rusdi menambahkan, keputusan pemerintah memperbolehkan kembali nelayan untuk menggunakan cantrang harus menjadi pelajaran bagi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).AGEN CASINO TERBAIK 

https://fokusberita188.blogspot.com/2017/12/komisi-pemberantasan-korupsi-kpk.html


Ke depannya KKP harus mengadakan kajian lebih mendalam terlebih dahulu sebelum memutuskan sebuah kebijakan. Kenyataannya, kebijakan larangan cantrang tersebut belum bisa diterapkan di seluruh nelayan.

"Jadi kajiannya harus lebih jauh lagi. Nanti kalau tidak, setiap kebijakan Bu Susi itu akan kembali didemo, apalagi ini mendekati tahun politik," kata dia kepada.

Siswanto melanjutkan, jika benar-benar ingin melarang nelayan menggunakan cantrang, KKP juga harus total dalam membantunya. Salah satu yang dibutuhkan nelayan adalah akses pembiayaan untuk membeli alat tangkap ikan pengganti cantrang.AGEN CASINO TERBAIK 

Saat ini, beberapa nelayan yang tidak mendapatkan bantuan alat tangkap dari KKP, mesti mengajukan kredit permodalan untuk membeli alat tangkap sejenis ke perbankan. Namun dari realisasinya, hal ini membutuhkan prosedur yang tidak mudah dipenuhi oleh nelayan.

Seperti diungkapkan oleh Rasmudi, nelayan asal Batang, Jawa Tengah. Di lingkungannya, saat ini sudah banyak yang mengajukan kredit ke perbankan, namun sampai saat ini belum ada yang cair.

Diungkapkannya, pihak perbankan seharunsya memberikan keringanan dan kemudahan persyaratan demi membantu para nelayan tersebut.

"Prosesnya kan pakai jaminan, kita penuhi pakai jaminan, tapi ya prosesnya berbelit belit, sampai sekarang tidak ada yang cair di sini," tambah dia.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh jangeltun. Diberdayakan oleh Blogger.