Ternyata Ada Pengusaha-pengusaha Nakal Bermain Dibalik langkanya Garam.

Kenapa Bisa Indonesia Kekurangan Garam ? Ternyata Ada Pengusaha-pengusaha Nakal Bermain DIbalik langkanya Garam.



Dengan langkanya garam saat ini Tim Gabungan dari Kepolisian Daerah Jambi dan satuan Tugas Pangan JAmbi melakukan penggeledahan terhadap beberapa perusahaan garam di kota jambi. Penggeledahan ini silaksanakan karena dugaan menyelewengkan distribusi garam dengan cara penimbunan stok garam.


Penggeledaan ini dilakukan karena kecurigaan, karena dimana indonesia memiliki begitu banyak pantai," jadi mengapa Indonesia harus impor garam".

Penggeledahan yang dilakukan Oleh Tim Gabungan dari Kepolisian Daerah Jambi dan Satuan Tugas Pangan Jambi pada tanggal 03.08.2017  membuahkan hasil dengan menemukan ratusan ton garam industri yang dikemas menjadi garam komsumsi untuk masyaraka, dikelurahan Talang banjir.

Dari hasil penggeledahan Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Kuswahyudi mengatakan perusahaan-perusahaan yang diperika atas dugaan penggelembungan harga dengan menimbun dan melepas pelahan-lahan salah satu" teman-teman pengusaha Sandiago Uno".

Dan AKBP Guntur Saputro pun mengatakan telah menemukan penimbunan garam sekitar 1.300 ton, yang ditemukan berpisah. Digudang Pt. Pelita ditemukan sekitar 650 ton, Pt Onoda sekitar 150 ton,lalu di Pt. pelita sekitar 500 ton. Masih diusut kembali penimbunan yang dilakukan perusahan-perusaan ini dikarenakan, banyaknya stok garam disaat kerisis garam.
Kenapa Bisa Indonesia Kekurangan Garam ? Ternyata Ada Pengusaha-pengusaha Nakal Bermain DIbalik langkanya Garam.



Mentri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ikut ambil suara dengan menyindir Sandiago  Uno di twitter pribadinya dengan menulis “Pak Sandi harusnya tanya kawan-kawannya pengusaha atau importir garam yang sudah puluhan tahun berdagang garam"


Karena sebelumnya  Susi Pudjiastuti itu pernah membongkar 7 perusahaan yang bergerak dalam bidang impor garam industri.


selanjutnya

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh jangeltun. Diberdayakan oleh Blogger.